Ratu Antologi dan Gairah untuk Konsisten Menulis

 Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 30

Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Disusun Oleh : Dita Apriliana Sari

Rabu, 18 Oktober 2023

Pertemuan 2

 

 


 Rabu malam yang tenang, tidak lama setelah azan isya berkumandang, penulis mengikuti pertemuan kedua KBMN. Acara dimulai dengan pembukaan yang dilakukan oleh moderator yaitu Widya Arema. Beliau menyapa peserta dan narasumber sambil memperkenalkan narasumber pada pertemuan tersebut, yaitu Dra. Sri Sugiastuti,M.Pd atau yang lebih akrab disapa Bunda Kanjeng. Beliau inilah narasumber yang mendapat julukan Ratu Antologi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antologi merupakan kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Dikutip dari Gramedia.com, antologi secara umum dapat diartikan sebagai buku yang berisi kumpulan karya sastra yang sejenis, kemudian dibukukan jadi satu dan diterbitkan. Setelah membaca sekilas mengenai pengertian antologi ini membuat penulis semakin penasaran dengan narasumber.

Sekilas moderator menjelaskan sedikit pengertian dari topik yang akan dibawakan. Beliau berkata bahwa passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang. Tak lama, kami pun memasuki acara kedua yaitu penyampaian materi oleh narasumber.

Bunda Kanjeng memulai penyampaian dengan sambutan yang meriah, Terlihat sekilas bahwa beliau pandai membuat suasana semakin semarak. Bunda Kanjeng memiliki motto Bersemangat menggapai ridha Allah dengan berbagi dan bersilaturahmi.Bunda Kanjeng memperkenalkan beberapa tulisan beliau, ada beberapa blog yang rutin menjadi tempat beliau menyampaikan gagasan, diantaranya

  • http://www.srisugiastutipln.com
  • http://astutianamudjono.blogspot.com
  • http://myworldmyeverythings.blogspot.com
  • http://cahayabundaastuti.blogspot.com

Hingga akhirnya kami masuk ke materi inti, Writing is my Passion. Beliau menjelaskan bahwa profesi penulis merupakan profesi yang dihormati dan dihargai secara sosial. Selain itu menulis juga merupakan indikator intelektual dan kematangan berpikir. Menulis bukanlah sebuah bakat ucap beliau, menulis adalah keterampilan yang harus dipraktikkan terus-menerus. Tetapi banyak dari kita yang memiliki banyak kendala untuk konsisten dalam menulis. Kebanyakan kendala tersebut berasal dari dalam diri kita sendiri, yang lebih parah kita mematikan potensi diri kita sendiri dengan berkata bahwa saya tidak bisa menulis. Sehingga alam bawah sadar sudah menolak hingga akhirnya merasa tidak mampu. Menjadi penulis berarti siap untuk menerima kritik, karena menulis merupakan proses kreatif. Banyak  pula orang yang merasa tidak memiliki waktu dan ide untuk terus menulis.

Untuk lebih memudahkan dalam proses menulis, Bunda Kanjeng menyarankan agar kita memulainya dengan kata mengapa, sehingga akan banyak muncul beberapa alasan untuk menulis. Dapat pula dibantu dengan memetakan pikiran dengan membuat catatan (mind mapping). Dengan terus menulis, beberapa paragraf akan terbentuk bila kita kaitkan dengan mind mapping tersebut. Ada 4 langkah menjadi seorang penulis yang baik, yaitu :

  1. Read : Penulis perlu membaca banyak buku baik
  2. Discuss : Memiliki mentor menulis yang tepat
  3. Look and Feel : Lihat dan rasakan apa yang kita baca di media
  4. Socialize : Renungkan pengetahuan dan pengalaman orang lain yang mampu kita serap

Menulis itu harus sabar, ucap Bunda Kanjeng. Tulislah semampu kita dulu, jangan berfikir tulisan kita harus memiliki hasil yang sempurna. Suatu saat ketika tulisan kita sudah mulai berkembang, sebelum mulai menulis ada beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan yaitu :

  1. Menggali dan menemukan gagasan : Kegiatan ini dilakukan melalui pengamatan terhadap sebuah peristiwa, imajinasi maupun kajian pustaka 
  2. Menentukan tujuan, genre, dan sasaran pembaca : Kita perlu memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan laku dipasaran
  3. Menentukan topik : Proses ini dilakukan setelah tahapan sebelumnya telah selesai
  4. Membuat kerangka tulisan : Menggambarkan garis besar dan gambaran materi yang akan ditulis
  5. Mengumpulkan bahan materi : Pastikan materi yang dikumpulkan sesuai dengan topik

Bagi teman-teman yang berniat untuk membukukan naskah-naskahnya. ada beberapa tahapan yang mesti dilewati yaitu editing, revising, dan publishing. Sehingga akhirnya draft naskah yang kita tulis dapat diterbitkan.  Bunda Kanjeng sendiri baru belajar menulis diusia 50an, meskipun sebenarnya telah memiliki hobi tersebut sejak duduk dibangku sekolah dasar. Dalam satu tahun rata-rata beliau mampu menghasilkan tiga buku solo. Hingga saat ini beliau telah berhasil menerbitkan 37 buku solo dan ratusan buku antologi. Bahkan Bunda Kanjeng juga memberikan beberapa saran agar buku yang diterbitkan bisa terindeks ISBN.

Setelah proses tanya jawab, beliau berpesan kepada kami untuk jangan takut menulis dan jangan pula takut untuk salah. Perlahan tapi pasti semua penulis akan memiliki rasa percaya diri, sehingga karya kita bisa menjadi warisan sekaligus sebagai jejak hidup yang bermanfaat. Pertemuan ini ditutup oleh bait-bait indah dari moderator,  bait kata yang masih teringat adalah  "Setiap kita adalah karya indah, setiap kita adalah buku sejarah. Tergantung kita akan menutup atau membuka sejarah. Membuka dan menarikan setiap deretam huruf kenangan. Menggoreskan kisah sejarah dalam keabadian. Dikenang dalam perdaban. Hanya kita yang bisa menetukan, akan menjadikan kisah kita abadi atau tergerus roda kesibukan".

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Deru Hati Para Mujahid

Kehilangan Kendali Atas Diri Sendiri

Bertahanlah Sedikit Lagi