Deru Hati Para Mujahid
Sumber: islampos.com
Kiblat pertama kami kini berlumur darah
Tak terhitung berapa banyak dentuman suara meriam
Sejak mentari menyapa hingga petang menerpa
Teriakan menggema sepanjang asa
Menorehkan luka hingga sumsum kepala
Tangisan, jeritan, rintihan bukan pertanda berputus asa
Apa kalian pikir kami akan terdiam dalam kegetiran?
Bukan jasad dan ruh kami yang akan terlepas
Tapi nurani kalian, yang merasa sejiwa namun tak berupaya
Baitul Maqdis menyeru kesegala penjuru
Bahkan ketika sinyal internet tak berhembus
Tapi kalian tetap diam, termenung tanpa merasa terhunus
Ummati, ummati, ummati
Begitu ucap nabi
Namun kalian tetap bergeming
Tak peduli seberapa luas lautan api ini akan tetap meringking
Ditengah puing-puing yang berserakan
Diantara debu-debu pekat yang beterbangan
Kami tetap berlindung, berzikir, berjuang tanpa melontarkan dinamit
Karena semua ini nyatanya bukanlah sebuah pertempuran
Tetapi arena pembantaian yang berlanjut tanpa mengenal akhir

Komentar
Posting Komentar