Membuat Karya Lebih Berwarna dengan Diksi

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 30

Diksi dan Seni Bahasa

Disusun Oleh : Dita Apriliana Sari

Rabu , 30 Oktober 2023

Pertemuan 7

 


Tak terasa pertemuan kelas menulis yang penulis ikuti telah memasuki pertemuan ketujuh. Diawali oleh sapaan dari Ibu Mutmainah atau Bunda Emut sebagai moderator. Beliau menjelaskan bahwa sebagai penggemar sastra pasti peka dengan gaya bahasa yang indah. Gaya bahasa ini mampu menggugah selera pembaca. Begitu pula menuliskan untaian kalimat indah yang dikenal dengan diksi.  

Bunda Emut memperkenalkan Maydearly sebagai narasumber hari ini. Narasumber kami dikenal sebagai Queen of diction karena keahliannya menulis diksi-diksi indah dalam bentuk puisi. Beliau merupakan guru, blogger dan motivator yang telah melahirkan beberapa buku populer diantaranya Januari Dalam Kenangan, Dua Irama dalam Larik Puisi dan Merapal Jejak Bu Kanjeng.

Diksi-diksi indah yang disampaikan narasumber mewarnai pertemuan ini, diksi menjadi penting dalam kajian sebuah bahasa karena ada banyak keindahan dari sebuah kata yang tersusun menjadi sebuah prosa. Diksi sendiri merupakan pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga sebuah tulisan memiliki ruh, karakter dan mampu menggetarkan pembaca. Diksi tidak hanya diperlukan penyair untuk menulis puisi, tetapi juga bagi sastrawan yang menulis prosa.  Salah satu sastrawan populer yang sangat piawai menyajikan diksi dalam naskah drama yaitu Willliam Shakespeare.

Seorang penulis akan mampu berdiksi jika menerapkan lima hal ini :

  1. Sense of Touch : Menulis dengan melibatkan panca indera
  2. Sense of Smell : Menulis dengan melibatkan indra penciuman
  3. Sense of Touch : Menulis dengan melibatkan indera perasa
  4. Sense of Sight : Menulis dengan melibatkan indera penglihatan
  5. Sense of Hearing : Menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar
Menulis dengan melibatkan kelima panca indera membuang karya tertuang lebih natural. Ada berbagai cara menuangkan diksi dalam sebuah cerita maupun puisi. Hal ini bisa dimulai dengan menentukan latar dan menganalogikan waktu. Misalnya dipagi hari kita menemukan mentari. Kata mentari bisa kita rangkai dengan cuplikan fajar .
 
Menurut Bunda Maydearly,  cara mempersonifikasikan bahasa yang tepat adalah dengan memilah padanan kata yang baik. Sehingga tulisan kita tidak menjadi monoton. Misalnya kata membaca diubah menjadi merapal, hal ini akan terdengar asing dan lebih memikat pembaca. Pada penulis yang baru belajar membuat diksi dapat dimulai dari banyak membaca novel atau cerpen, maupun quotes-quotes terkenal lalu mencari glosarium padanan kata kemudian memadu madankannya sebagai kata pengganti. Misalnya dalam menulis puisi, usahakan menciptakan kata-kata unik dalam setiap bait.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Deru Hati Para Mujahid

Kehilangan Kendali Atas Diri Sendiri

Bertahanlah Sedikit Lagi