Ayo Basmi Virus Writer's Block

 

Resume Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 30

Mengatasi Writer's Block

Disusun Oleh : Dita Apriliana Sari

Rabu , 27 Oktober 2023

Pertemuan 6

 


 

Pertemuan keenam KMBP diawali dengan sapaan dari moderator. Moderator hari ini bernama Ibu Lely Suryani. Beliau memaparkan tema materi hari ini yaitu mengenai writer's block (WB). WB ini populer sebagai virus yang mematikan kinerja, mematikan ide, dan mematikan gairah penulis. Tak lupa beliau memperkenalkan narasumber kami malam ini yaitu Ditta Widya Utami. 

Narasumber kami malam ini terbilang masih cukup muda, tetapi telah berhasil menulis enam karya tunggal, tujuh belas karya bersama dan beberapa artikel. Beliau juga aktif sebagai guru, dalam beberapa organisasi dan komunitas serta telah meraih beberapa penghargaan.

Mbak Ditta menjelaskan kepada kami bahwa WB ini diperkenalkan pertama kali oleh psikoanalisis Amerika, Edmun Bergier sekitar tahun 1940an. WB ini sendiri dapat menyerang penulis pemula hingga profesional. Diantaranya memilik ciri-ciri sulit fokus, tidak ada inspirasi, menulis lebih lambat, stress, frustasi saat sedang menulis. Virus WB ini dapat mematikan kreatifitas dan produktivitas. Ada beberapa penyebab WB, yaitu :

  1. Mencoba topik baru 
  2. Stress dan Lelah Fisik/Mental
  3. Terlalu Perfeksionis
Narasumber menyarankan kepada kami agar menulis dengan teknik free writing ketika WB sedang menyerang, menulis bebas ini sendiri merupakan teknik menulis dimana kita mengesampingkan dulu tentang salah ketik, salah ejaan, koherensi dsb. Tetapi diiringi dengan komitmen untuk tetap menulis setiap hari meskipun hanya satu paragraf dan tidak dipublish dulu.
 
Recharge energi juga merupakan cara yang cukup ampuh untuk mengatasi WB, setelah dirasa cukup untuk melakukan aktivitas lain bisa dimulai lagi dengan membaca kerangka tulisan. Saran lain dari narasumber adalah membuat skala prioritas dapat dipilah yang mana yang penting dan mendesak, penting tapi tidak mendesak dan tidak penting dan tidak mendesak.
 
Bertanya kepada yang lebih ahli dapat mengurangi masalah perfeksionis dalam menulis. Daripada kita terus overthinking, sebelum dipublish lebih baik kita tanyakan dulu kepada sosok yang sudah ahli dalam menulis. Akan lebih baik jika setiap tulisan memiliki tenggat waktu penyelesaian, sehingga kita mau tidak mau menyelesaikan tulisan tersebut ketika deadline sudah dekat. Hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi bisa dialihkan terlebih dulu, contohnya seperti scroll sosmed di ponsel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Deru Hati Para Mujahid

Kehilangan Kendali Atas Diri Sendiri

Bertahanlah Sedikit Lagi